Sabtu, 08 Oktober 2011

Etika Profesi Analis Kesehatan Dlm Berorganisasi Profesi

PENDAHULUAN

Setiap orang yang berkecimpung dalam suatu kegiatan yang bersifat profesi dan keahlian yang memiliki suatu kemampuan khusus berupa kompetensi, maka akan memiliki suatu organisasi profesi sebagai wadah menyalurkan aspirasi dan wadah komunikasi dalam rangka menjadi rasa persatuan sesama profesi yang dijalankan sebagai tanggung jawab rasa kebersamaan.

Dunia kesehatan dikenal beberapa organisasi kesehatan yang telah lama berdiri dan eksis dalam memperjuangkan aspirasi anggota didalamnya dan juga baru berdiri dalam beberapa tahun ini. Organisasi tersebut antara lain : IDI, IBI, PPNI, HAKLI, ISFI, AIA, PATELKI, IAKI, PAMKI, ILKI, HKKI, PERSAGI. Organisasi yang berhaluan pada kelaboratoriuman antara lain adalah PATELKI, IAKI, PAMKI, ILKI dan HKKI. Untuk organisasi profesi laboratorium kesehatan hanya PATELKI dan IAKI.

Organisasi PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan) dan IAKI (Ikatan Analis Kesehatan Indonesia) merupakan organisasi sejenis yang memiliki keanggotan analis kesehatan yang bekerja di laboratorium. Khusus untuk IAKI hanya memiliki keanggotaan analis kesehatan, sedangkan PATELKI memiliki keanggotaan kurang murni karena selain analis kesehatan, juga analis medis dan lainnya yang bekerja di laboratorium kesehatan, walaupun dalam keputusan MUSWIL di Kota Makassar telah ditegaskan bahwa keanggotaan terdiri atas analis kesehatan dan analis medis. PATELKI merupakan organisasi yang cukup tua, berdiri sejak tanggal 26 April 1986 di Jakarta dan telah diakui di Asia tenggara sebagai organisasi profesi laboratorium dan pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Berbeda dengan IAKI yang baru berusia sekitar 5 tahun, namun organisasi ini masih memerlukan pengembangan dan perjuangan yang panjang dalam pemerataan keanggotaan di Indonesia.

STANDAR PROFESI

Merupakan perangkat yang dimiliki oleh organisasi yang mengatur Tugas Pokok, Hak dan Kewajiban, Kemampuan yang harus dimiliki serta sikap dan kepribadian yang harus dimiliki oleh Pranata Laboratorium Kesehatan (Analis Kesehatan). Standar profesi ini setiap organisasi memiliki standar tersendiri, namun untuk laboratorium memiliki kesamaan yaitu standar profesi analis kesehatan dalam bekerja di laboratorium berdasarkan kompetensi.

HAK DAN KEWAJIBAN BERORGANISASI

Hak dan kewajiban setiap anggota organisasi biasanya telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) organisasi tersebut. Hak merupakan segala sesuatu yang menjadi hak untuk didapatkan atas keikutsertaan dalam keanggotaan sehingga menguntungkan bagi anggota tersebut. Contoh misalnya : hak dipilih menjadi ketua. Kewajiban adalah segala kewajiban yang harus dilaksanakan oleh anggota tersebut selaku anggota organisasi tersebut. Contoh kewajiban : kewajiban membayar iuran anggota. Antara hak dan kewajiban merupakan kedua sisi yang saling terkait dan membatasi ruang lingkup seseorang tersebut dalam berorganisasi.


TUGAS POKOK PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN

Tugas pokok Analis Kesehatan (Pranata Laboratorium Kesehatan = PLK) adalah melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang Hematologi, Kimia Klinik, Mikrobiologi, Toksikologi, Kimia Lingkungan, Patologi Anatomi (Histopatologi, Sitopatologi, Histokimia, Imunopatologi, Patologi molekuler), Biologi dan Fisika.


HAK DAN KEWAJIBAN ANALIS KESEHATAN

1. Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses specimen

2. Melaksanakan uji analitik terhadap reagen maupun terhadap spesimen, yang berkisar dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks.

3. Mengoperasikan dan memelihara perlatan lab dari yang sederhana hingga yang canggih.

4. Mengevaluasi data lab untuk memastikan akurasi dan keabsahan, mengkonfirmasi hasil abnormal, melaksanakan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji

5. Mengevaluasi teknik, instrumen dan prosedur baru untuk menentukan manfaat dan kepraktisannya.

6. Membantu klinisi dalam pemanfaatan yang benar dari data laboratorium untuk memastikan seleksi yang efektif dan efisien terhadap uji laboratorium dalam menginterpretasi hasil uji.

7. Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium.

8. Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang teknis kelaboratoriuman

9. Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.


KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI OLEH ANALIS KESEHATAN

Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan :

· Keterampilan dan pengetahuan dalam pengambilan spesimen, termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan), labeling, penanganan, pengawetan, atau fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman spesimen

· Keterampilan dalam mengerjakan prosedur laboratorium

· Keterampilan dalam melaksanakan metode pengujian dan pemakaian alat yang benar.

· Keterampilan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi, dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan

· Keterampilan dalam pembuatan dan uji kualitas media serta reagen untuk pemeriksaan laboratorium.

Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium :

· Kewaspadaan terhadap faktor yg mempengaruhi hasil uji

· Keterampilan dalam mengakses dan menguji keabsahan hasil uji melalui evaluasi mutu spesimen, sebelum melaporkan hasil uji.

· Keterampilan dalam menginterpretasi hasil uji.

· Kemampuan merencanakan kegiatan laboratorium sesuai dengan jenjangnya


SIKAP DAN KEPRIBADIAN YANG HARUS DIMILIKI OLEH ANALIS KESEHATAN

1. Teliti dan cekatan

2. Jujur, dapat dipercaya

3. Rasa tanggung jawab yang tinggi

4. Mampu berkomunikasi dengan efektif

5. Disiplin

6. Berjiwa melayani

2 komentar:

  1. KAKA,..LUN PAT NGOPY,..^^'
    MAKASIH KAKA..

    BalasHapus
  2. Ini kode etik analis kesehatan?

    BalasHapus