Sabtu, 13 Maret 2010

PENGECATAN SEDERHANA PADA BAKTERI

PENDAHULUAN
A. Pembuatan preparat untuk pengecatan
Bahan berasal langsung dari penderita
Bahan dapat berupa: sputum, pus, discharge telinga, discharge hidung, urine (perlu disentrifuge terlebih dahulu, endapannya dibuat preparat).
Cara:
1. Bahan diambil dengan ose steril atau kapas lidi steril digoreskan pada obyek gelas setipis mungkin.
2. Panaskan di atas nyala api spiritus sambil digoncangkan (jarak preparat sampai api
3. spiritus kira-kira 20 cm) sampai preparattersebut kering.
4 Setelah kering tetesi formalin 1%, tunggu 5 menit dan keringkan sekali lagi dan preparaT siap dicat.

Preparat dibuat dari biakan cair
Cara:
1. Ambil obyek glas yang bersih dan steril, bebaskan darilemak dengan memanaskan di atas nyala api spiritus.
2. Ambil kuman dari biakan cair (yang sebelumnya diaduk dulu secara steril) dengan menggunakan ose steril, diratakan pada gelas obyek sehingga membentuk diameter kira-kira 1-2 cm.
3. Ose sesudah dipakai mengambil kuman harus disterilkan kembali dengan membakar diatas nyala api spiritus dan sterilkan kembali sebelum dipakai lagi. Kemudian preparat ini dikerjakan seperti di atas.
Perhatikan:
- Jangan memegang mata ose dengan menggunakan tangan.
- Jangan meletakkan ose di atas meja.
- Letakkan ose pada tempat yang telah disediakan dan sebelumnya ose disterilkan dahulu.

Preparat dibuat dari pertumbuhan media padat
Cara:
1. Teteskan satu ose kaldu pada gelas obyek yang bersih dan bebas lemak.
2. Dengan ose steril ambil sedikit dari satu koloni kuman, campurlah dengan kaldu tersebut, buatlah menjadi homogen dan tipiskan. Preparat kemudian dikeringkan di atas nyala api spiritus dan selanjutnya dikerjakan sebagai membuat preparat dengan bahan berasal dari material langsung.

B. Pengecatan
Pada umumnya pengecatan dibagi atas 3 macam :
a. Pengecatan sederhana
Misalnya dengan menggunakan :
-karbol fuchsin
-gentian violet
-methylen blue
b. Pengecatan differensial / Pengecatan majemuk :
Misalnya :
-pengecatan Gram
-pengecatan Ziehl Neelsen
c. Pengecatan khusus :
Digunakan untuk melihat alat tambahan pada bakteri, misalnya : kapsul, spora, . granula, flagella.

C. Pengecatan sederhana
Cara ini menggunakan hanya satu macam cat saja. Biasanya baik bakteri maupun sekitarnya akan mempunyai warna yang sama. Tetapi dengan intensitas yang berbeda.
Namun kadang-kadang bagian tertentu bakteri / alat tambahan, tidak mampu mengikat / menyerap zat warna dari cat, sehingga terlihat sebagai daerah yang jernih.
Sebelum mengadakan pengecatan terlebih dahulu harus dibuat larutan cat induk yang terdiri dari :
- Serbuk cat 5 gram
- Alkohol 96% 95 gram
Dan dari larutan induk ini dibuat cat yang akan digunakan yang biasanya dalam kadar 10% dari larutan induk , diencerkan dengan menambah aquades atau larutan phenol.
1. Larutan Methylen Biru
- 10 cc larutan induk methylen biru ditambah 90 cc aquadest
2. Larutan Fuchsin
- 10 cc larutan fuchsin induk ditambah 90 aquadest
1. Larutan Loeffler Methylen Biru
- Larutan induk : 1 gr Methylen Biru dilarut dalam 100 ml Ethanol 95%
- 30 cc larutan induk Methylen Biru ditambah hidras kalicus 1% sebanyak 1 cc dan aquadest 99 cc.
2. Larutan Karbol Fuchsin
- Larutan induk : 10 gr Basic Fuchsin (Fuchsin basis) ditambah 100 ml ethanol 95%.
- 10 cc larutan induk Fuchsin dengan 90 cc phenol 5%.

PROSEDUR PENGECATAN SEDERHANA
Tujuan : Untuk mengetahui bentuk kuman
Prinsip : Kuman akan menyerap zat warna sesuai dengan zat warna yang diberikan.
Cara Kerja :
• Dibuat sediaan kuman dan difiksasi.
• Diwarnai dengan zat warna selama ½ - 1 menit
• Sediaan dicuci dengan air.
• Dikeringkan dalam udara kamar.
• Diperiksa di bawah mikroskop.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar