Senin, 22 Februari 2010

TEST AGREGASI TROMBOSIT

I. PENDAHULUAN
Trombosit merupakan sel darah terkecil dengan diameter 1-3 μm, berbentuk lempeng dan tidak berinti. Tombosit dilepaskan oleh megakariosit matang yang dihasilkan di sumsum tulang dan bersirkulasi dalam darah 7 - 10 hari. Trombosit dapat melekat pada pembuluh darah yang rusak, dan berperan dalam hemostasis primer. Dalam proses hemostasis, trombosit melindungi dari perdarahan dan mengkatalisis bekuan darah yang stabil melalui kaskade koagulasi. Trombosit juga berfungsi melindungi dari infeksi melalui fagositosis antigen patogen.
Trombosit berperan dalam beberapa reaksi hemostasis, diaktivasi oleh luka pada subendothelium atau agonis dalam sirkulasi, membentuk bekuan trombosit untuk mencegah perdarahan lokal. Langkah trombosit pertama dan penting dalam menutup kerusakan pembuluh darah adalah pembentukan ikatan reseptor glikoprotein trombosit Ibα dan faktor von Willebran (vWF) A1.
Dalam proses aktivasinya, trombosit mengalami perubahan morfologi menjadi sel kecil, melepaskan granul, perubahan jumlah glikoprotein, membran solubilisasi, dan mikropartikel formasi. Sitoplasma trombosit kaya akan aktin dan miosin, berperan dalam perubahan morfologi trombosit dan retraksi bekuan. Selain itu, trombosit aktif melepaskan granulanya, berfungsi sebagai mediator migrasi dan proliferasi sel otot polos dan makrofag. Trombosit dapat berespon terhadap perubahan aliran darah dan kerusakan matriks subendotelial untuk mempertahankan integritas pembuluh darah. Trombosit bergerak menuju dinding pembuluh darah yang rusak, melekat kemudian beragregasi membentuk bekuan yang membantu menutup kerusakan pembuluh darah tersebut, kemudian melepaskan granul sitoplasmanya. Agregasi trombosit bergantung pada pelepasan granul trombosit, reseptor pada membrane trombosit, dan kadar fibrinogen dalam plasma. Hal ini merupakan inisiasi respon inflamasi dan kaskade koagulasi.
Fungsi trombosit dapat dinilai dari tes jumlah, tes waktu perdarahan, dan agregasi trombosit. Tes fungsional trombosit dapat dibagi dalam 6 macam, yaitu : tes adhesi, agregasi, komponen granuler, reaksi pelepasan, investigasi jalur prostglandin, dan aktivitas koagulasi trombosit. Saat ini, pemeriksaan baku emas untuk mengevaluasi efikasi trombosit adalah transfused radiolabelled platelets.
Tes terhadap agregasi trombosit menggunakan aggregometer transmisi cahaya atau flow cytometer yang disebut tes Agregasi Trombosit, memberikan hasil dalam bentuk grafik dari respon agregasi trombosit terhadap agonis seperti ADP, epenephrin, ristocetin dan kolagen. Kelainan fungsional spesifik akan memberikan respon yang berbeda-beda.
Ada beberapa kelainan herediter yang dapat dinilai dengan tes agregasi trombosit, seperti penyakit von Willebrand, Trombastenia Glanzmann, sindom Wiskott-Aldrich dan resistensi aspirin. Aspek lain dalam fungsi trombosit, termasuk produksi tromobosit, kesalahan formasi, penyimpanan, dan pelepasan zat kimia, semuanya dapat dilihat dengan tes agregasi trombosit.
Agregasi platelet memegang peranan penting dalam patogenesis trombosis akut pada Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke, dan penyakit arteri perifer. Agregasi trombosit dapat menstimulasi beberapa agonis yang mempengaruhi reseptornya, termasuk ADP, epinefrin, kolagen, dan trombin. Komponen seluler yang mempengaruhi agregasi trombosit dimediasi oleh ikatan fibrinogen dengan reseptor glikoprotein (GP) IIb/IIIa trombosit. Menurut O,Donnell dkk, berdasarkan penelitian epidemiologic, ada hubungan antara kemampuan trombosit untuk beragregasi dengan PJK pada beberapa kasus.
Ada beberapa indikasi pemeriksaan Agregasi trombosit, antara lain :
1. Membantu menegakkan diagnosis gangguan hemostasis karena defek fugsi trombosis, baik yang bersifat kongenital maupun akuisita,
2. memonitor pemberian obat anti trombosis,
3. memonitor secara periodik penderita-penderita dengan resiko trombosis, seperti DM dan obesitas.

Alat : Aggregometer, Sentrifus, Pipet otomatis, tabung reaksi, Magnet stirrer
Bahan : Sampel Platelet Rich Plasma (PRP) dan Platelet Poor Plasma (PPP). Reagen ADP (Adenosine Diphosphat), Larutan Saline

Persiapan Sampel :
1. Pasien dipuasakan 8 – 10 jam.
2. Pasien sebaiknya tidak mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi tes, seperti kortikosteroid, aspirin, antihistamin, penisilin, dll sekurang-kurangnya 10 hari sebelum tes.

Prinsip :
Trombosit mengalami aktivasi segera setelah penambahan agonis kemudian berikatan dengan fibrinogen dan mengalami agregasi. Absorban cahaya sampel yang terbaca oleh alat berbanding lurus dengan agregasi trombosit. Jumlah dan rata-rata tergantung pada reaktivitas trombosit terhadap penambahan agonist seperti ADP, yang dipengaruhi oleh banyak variabel seperti suhu, jumlah trombosit, dan kecepatan pencampuran sampel dan reagen. Perubahan absorban akan dimonitor dan digambarkan dalam bentuk grafik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar