Selasa, 23 Februari 2010

Kimia Farmasi : Alkaloid

GOLONGAN ALKALOID
Golongan alkaloid adalah golongan senyawa yang mempunyai struktur heterosiklik dan mengandung atom N di dalam intinya (pembawa sifat basa/alkalis). Sifat umum yang dimiliki oleh golongan senyawa ini adalah: basa, rasa pahit, umumnya berasal dari tumbuhan dan berkhasiat secara farmakologis.
Struktur golongan alkaloid amat beragam, dari yang sederhana sampai yang rumit. Koniina dan nikotin adalah dua contoh yang sederhana. Koniina diambil dari tanaman keluarga :hemlok beracun (Conius maculata). Nikotin adalah salah satu alkaloid dalam tembakau, dalam takaran rendah, seperti yang diperoleh perokok, merangsang sistem syaraf secara tak sengaja, sedangkan takaran tinggi dapat meracuni. Nikotina adalah obat yang menyebabkan kebiasaan, yaitu penyebab ketergantungan faali. Obat yang menyebabkan keracunan adalah yang mengakibatkan perubahan faali apabila si pecandu tidak menerimanya dalam suatu jangka waktu.
Beberapa alkaloid penting memiliki sistem cincin indol. Asam lisergat disebut LSD (lysergic acid diethylamide), yaitu obat halusinasi yang sering disalahgunakan. Hanya 1 μg LSD (takaran yang tak dapat dilihat) sudah cukup menimbulkan halusinasi. Contoh alkaloid yang memiliki cincin indol adalah reserpina, yaitu alkaloid indol dari tanaman penawar bisa, mengurangi tekanan darah tinggi, tetapi jika tak dikendalikan dapat menyebabkan serangan jantung atau pembuluh darah pecah.
Contoh senyawa yang mengandung alkaloid lainnya adalah opium. Opium adalah getah mentah dari polong biji tumbuhan opium. Jika getah ini dimurnikan, diperoleh dua alkaloid penting, morfina dan kodeina yang dapat dipisahkan dalam bentuk murni. Morfina adalah obat anti nyeri yang paling mujarab, banyak digunakan untuk mengatasi kesulitan manusia. Kodeina adalah analgetika yang manjur dan penekan batuk. Senyawa ini sejak lama dipakai sebagai obat batuk, tetapi sekarang telah diganti oleh dekstrometorfan, alkaloid sintetik yang sama ampuhnya. Morfina dan kodeina merupakan obat penyebab kecanduan.

Identifikasi

Alat dan Bahan

Peralatan yang diperlukan dalan identifikasi adalah: rak tabung reaksi, tabung reaksi, lampu spiritus, pipet tetes, penjepit tabung, mikroskop, objek glas dan cover glass.
Bahan yang digunakan: FeCl3 10%, NaOH 20%, HCl 0.5N, H2SO4 10%, NH4OH encer, pereaksi meyer, pereaksi Erdman, NaOH padat, Vanilin, HCl pekat, Pereaksi Roux, pereaksi Luff, KMnO4 encer, KClO3 pekat, HCl 25%, pereaksi Froudh, HNO3 pekat, AgNO3, larutan Fehling, metanol. Pereaksi Zwikker, pereaksi Ehrlich (DAB HCl), pereaksi Nessler.

Identifikasi Zat

Papaverin
a. Uji Organoleptis: bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bouchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Baouchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi meyer
C. Uji Identitas:
• Reaksi Erdman
Zat + pereaksi erdman  ungu
• Reaksi Froudh
Zat + pereaksi Froudh  ungu merah
• Zat + HNO3 pk  coklat merah
• Zat + 1 ml H2SO4 10%  panaskan  violet
• Zat + pereksi Zwikker  lihat di bawah mikroskop

Coffein
a. Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bauchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Bauchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi meyer
C. Uji Identitas:
• Reaksi Murexide
Zat  cawan porselin + KClO3(s) + 1 tetes HCl 25%  panaskan  kering  jingga + NH4OH  ungu
• Reaksi Zwikker
Zat + pereaksi Zwikker  batang-batang panjang

Teofilin
a. Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bauchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Bauchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Meyer
C. Uji Identitas:
• Reaksi Murexide (+)
Kuning merah coklat  ungu
• Zat + air  panaskan + NH4OH + larutan AgNO3  seperti selai larut dalam HNO3 (putih)
• Reaksi Roux
Zat + pereaksi Roux  hijau stabil
• Reaksi Zwikker
Zat + pereaksi Zwikker  batang-batang balok panjang

Aminofilin
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bouchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Bauchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi meyer
C. Uji Identitas
 Reaksi Murexid
Merah + NH4OH  ungu

INH
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bouchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Bauchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi meyer
C. Uji Identitas
 Reaksi Murexid
Merah + NH4OH  ungu

Nikotinamid
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bouchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Bauchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi meyer

Parasetamol
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bouchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Bauchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi meyer

Antalgin
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Uji Pendahuluan:
• Reaksi Bouchardat
Zat + HCl 0.5N + pereaksi Bauchardat
• Reaksi Meyer
Zat + HCl 0.5N + pereaksi meyer

5 komentar:

  1. apakah info tersebut sebelumnya pernah melakukan percobaan tentang zat tersebut...?
    kalau pernah, kira-kira literatur apa yang bisa mendukung info tersebut

    BalasHapus
  2. maaf sebelumnya, untuk memudahkan saya menginput info dari saudara, alamat blog saya : muhalir09.student.ipb.ac.id

    BalasHapus
  3. bagaimana cara mengidentifikasi zat alkaloid jika isi dalam zat tersebut sangat komplex?

    BalasHapus
  4. All....
    Info ini untuk uji golongan alkaloid sediaan farmasi (obat) tunggal....digunakan untuk dasar dalam praktek di kampus analis...

    Boleh aja info/posting ini digunakan, asalkan ditambahkan alamat/link blogspot saya....

    Identifikasi alkaloid kompleks memang tidak mudah, dalam ilmu farmasi dikenal istilah : ekstraksi, pemurnian, pemisahan, penguapan, dll...upaya untuk identifikasi harus memanfaatkan sifat-sifat fisika zat tersebut (kromatografi, evaporasi, spektrotometer dengan panjang gelombang maksimum...), lalu dilakukan pemisahan juga dengan memanfaatkan sifat-sifat kimia zat tersebut. Apabila telah diketahui baru dapat diindentifikasi jenis zatnya dan dapat dilakukan penentuan secara kualitatif, semikuantitatif atau bahkan kuantititatif...

    BalasHapus
  5. sangat bermanfaat sekali..
    saya bingung banget cari referensi sampe beli buku bnayak dan lalalalalalala tetep gak ketemu..
    eh ternyata ada di sini yang saya cari..
    makasih yaa..

    BalasHapus