Selasa, 23 Februari 2010

Identifikasi Gol.Alkohol (Farmasi)

GOLONGAN ALKOHOL

Pendahuluan
Adanya gugus-OH atau hidroksil adalah ciri khas alkohol dan fenol. Tergantung pada sifat atom karbon tempat gugus OH melekat, alkohol digolongkan menjadi tiga kelas, yaitu : alkohol primer, alkohol sekunder dan alkohol tersier.
Contoh: Lebih dari satu gugus-OH bisa terdapat dalam satu molekul, senyawa ini dinamakan alkohol polihidrat. 1,2,3-propanatriol (gliserol)
Metanol dikenal sebagai alkohol kayu karena dapat dihasilkan melalui penyulingan destruktif kayu. Senyawa ini sangat beracun dan dapat menyebabkan buta dan kematian jika ditelan. Etanol adalah alkohol biasa. Etanol diperoleh melalui peragian tetes (sisa pemurnian gula tebu), atau dari bahan lain yang mengandung gula alam. Contoh alkohol senyawa alifatik lainnya adalah gliserol (gliserin) CH¬2OHCHOHCH2OH yang secara komersial diperoleh dari pembuatan sabun. Rasanya manis seperti sirup dan bercampur dengan air dalam segala perbandingan. Karena kemampuannya menyerap air, bahan ini dapat digunakan sebagai pelembab dan pelembut, sehingga sering dicampurkan dalam lotion dan kosmetik, selain untuk mempertahankan kelembaban pada tembakau dan permen.
Identifikasi
Alat dan Bahan
Peralatan yang diperlukan dalan identifikasi adalah : rak tabung reaksi, tabung reaksi, lampu spiritus, pipet tetes, penjepit tabung, mikroskop, objek glass dan cover glass.
Bahan yang diperlukan: aquadest, kloroform, eter, NaOH 5%, HCl 5%, perekasi Lucas, Diazo A dan B, asam salisilat, H2SO4 pkt dan larutan l2.

Uji Pendahuluan

Metanol
a. Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Konfirmasi identitas:
• Uji lucas (ZnCl2 + HCl)
Zat + pereaksi lucas:
o Alkohol primer  larutan jernih
o Alkohol sekunder  larutan keruh
o Alkohol tersier  endapan tak larut.
• Reaksi golongan (umum ): Reaksi diazo
Zat + Diazo A + Diazo B (4:1) + NaOH, panaskan  merah prambos (tidak dapat ditarik dengan amil alkohol)
• Reaksi spesifik
a. reaksi esterifikasi (+)
zat + asam salisilat + H2SO4 pekat , panaskan  bau metil salisilat (gandapura / Wintergreen oil)
b. Reaksi lodoform (+) ----> (Kristal Iodoform)
Zat + NaOH + larutan I2 lebih banyak, panaskan  endapan kuning, bau iodoform, endapan dilihat di bawah mikroskop.

Etanol
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Konfirmasi identitas :
• Uji lucas
Zat + pereaksi lucas:
o Alkohol primer  larutan jernih
o Alkohol sekunder  larutan keruh
o Alkohol tersier  endapan tak larut.
• Reaksi golongan (umum): Reaksi diazo
Zat + Diazo A + Diazo B (4:1) + NaOH, panaskan  merah prambos (tidak dapat ditarik dengan amil alkohol)
• Reaksi spesifik
a. reaksi esterifikasi (+)
zat + asam asetat + H2SO4 pkt, panaskan  bau etil asetat / cutex
zat + asam benzoat + H2SO4 pkt, panaskan  bau prambos
b. Reaksi lodoform (+) ----> (Kristal Iodoform)
Zat + NaOH + larutan I2 lebih banyak, panaskan  endapan kuning, bau iodoform, endapan dilihat di bawah mikroskop.
c. zat + H2SO4 pkt + K2Cr2O7  hijau

Amil alkohol
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Konfirmasi identitas :
• Uji lucas
Zat + pereaksi lucas:
o Alkohol primer  larutan jernih
o Alkohol sekunder  larutan keruh
o Alkohol tersier  endapan tak larut.
• Reaksi golongan (umum): Reaksi diazo
Zat + Diazo A + Diazo B (4:1) + NaOH, panaskan  merah prambos (tidak dapat ditarik dengan amil alkohol)
• Reaksi spesifik
a. reaksi esterifikasi (+)
menghasilkan bau yang khas
b. Reaksi lodoform (+)
Zat + DAB + H2SO4 pk  jingga coklat
c. zat + vanilin + H2SO4 pk  cincin violet, dikocok bau durian + air  warna hijau
d. zat + H2SO4 pk + asam tartrat  merah anggur.

Gliserin
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Konfirmasi identitas:
• Uji lucas
Zat + pereaksi lucas:
o Alkohol primer  larutan jernih
o Alkohol sekunder  larutan keruh
o Alkohol tersier  endapan tak larut.
• Reaksi golongan (umum): Reaksi diazo
Zat + Diazo A + Diazo B (4 : 1) + NaOH, panaskan  merah prambos (tidak dapat ditarik dengan amil alkohol)
• Reaksi spesifik
a. reaksi esterifikasi (+)
menghasilkan bau yang khas
b. Reaksi cupril
zat dalam air + CuSO4 1% + NaOH  biru tua, dipanaskan tetap biru
c. Reaksi gula
zat + HNO3 dipanaskan lalu didinginkan, encerkan dengan air + Na2CO3 + Luff  endapan merah bata

Mentol
Uji Organoleptis : bentuk, bau, rasa, warna, kelarutan, flouresensi, pengarangan
b. Konfirmasi identitas:
• Uji lucas
Zat + pereaksi lucas:
o Alkohol primer  larutan jernih
o Alkohol sekunder  larutan keruh
o Alkohol tersier  endapan tak larut.
• Reaksi golongan (umum): Reaksi diazo
Zat + Diazo A + Diazo B (4 : 1) + NaOH, panaskan  merah prambos (tidak dapat ditarik dengan amil alkohol)
• Reaksi spesifik
a. zat + H2SO4 pkt  coklat merah dan bau mentolnya hilang.
b. Zat + H2SO4 pkt + vanilin  hijau violet – jingga kuning, + air  violet.
c. Zat + asam asetat glasial + H2SO4 pekat  hijau

3 komentar: