Kamis, 25 Februari 2010

HEMODIALISA

1. Pengertian
Menurut Mustarichie (1988), Hemodialisa adalah proses pembersihan darah yang berdasarkan atas pertukaran ion-ion dan pertikel cairan darah melalui suatu membran dengan menggunakan ginjal buatan atau dializer yang berfungsi untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau toksik lain dari tubuh.

2. Prinsip
Menurut Suhardjono (2002), ada 2 prinsip dasar hemodialisa yang sebenarnya bekerja pada saat yang sama yaitu :
a. Prinsip difusi
Terjadi pergerakan molekul dalam larutan dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah. Pada hemodialisa pergerakan molekul ini melalui suatu membran dialisis yang semipermiabel yang membatasi kompartemen darah dengan kompartemen dialisat.
b. Konveksi
Proses pergeseran secara bersamaan antara zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent) dari kompartemen darah ke dalam kompartemen dialisat (dan sebaliknya) melalui membran semi permiabel.
c. Ultrafiltrasi
Pergerakan larutan solut dan pelarutnya / air diakibatkan oleh perbedaan tekanan osmosis.

3. Komponen Hemodialisa
Menurut D’Arc (2000), komponen hemodialisa yang terkait dengan suatu sistem hemodialisa meliputi :
a. Dializer
Dializer adalah suatu alat yang berfungsi sebagai ginjal buatan yang terdiri dari dua bagian besar yaitu bagian yang dilalui oleh darah dan bagian yang dilalui dialisat. Kedua bagian dipisahkan oleh selaput tipis berpori-pori yang disebut membran semipermiabel. Tipe Hollow-fiber dialyzer, terdiri dari 10.000-15.000 serat dengan diameter 200-300 ┬Ám dan tipe Flat-plat Dialyzer mempunyai kompartemen paralel dan dipisahkan oleh lempengan membran datar.
b. Air untuk dialisis
Dalam proses hemodialisa bahan pencampur yang digunakan dalam dialisat adalah air. Air yang digunakan harus memenuhi standar air yang berkualitas untuk proses hemodialisa.
c. Cairan dialisat
Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisa, terdiri dari campuran air dan elektrolit yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai serum normal. Cairan dialisat ini berfungsi untuk membuang zat-zat sisa dan cairan yang keluar dari penderita, menjaga keseimbangan elektrolit, dan mencegah pengurangan air yang berlebihan pada saat terjadinya proses hemodialisa. Cairan dialisat tersedia dalam 2 jenis yaitu : yang mengandung asetat dan yang mengandung bikarbonat.
d. Mesin dialisis
Mesin dialisis yang digunakan pada masa kini terdiri dari bagian blood pump, sistem pengaturan cairan dialisat, sistem monitor pengawas dan komponen tambahan berupa pompa heparin.

4. Proses Dialisis
Menurut Naibaho (2002), proses dalam dialisis yaitu :
a. Akses Vaskuler (AV)
Seluruh dialisis membutuhkan akses ke sirkulasi darah. Pasien kronik memiliki akses permanen berupa fistula atau graft sementara. AV sangat diperlukan karena untuk Hemodialisa yang efektif memerlukan aliran darah yang cukup, sampai lebih dari 300 ml/menit dan dapat dipakai berulang kali dalam jangka panjang.
b. Membran semipermiabel
Membran semipermiabel berupa lapisan material yang tipis dan memiliki pori-pori mikroskopik yang mengeluarkan partikel yang kecil dan menahan molekul yang lebih besar. Membran semipermiabel ditetapkan dengan dialiser aktual dan dibutuhkan untuk mengadakan kontak antara darah dan dialisat sehingga dialisis dapat terjadi.
c. Proses difusi
Proses difusi adalah proses yang menyebabkan pemindahan zat terlarut. Substansi berpindah dari area yang konsentrasinya tinggi ke area dengan konsentrasi rendah.
d. Proses konveksi (konduksi)
Proses konveksi adalah proses pergeseran secara bersamaan antara zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent) dari kompartemen darah ke dalam kompartemen dialisat (dan sebaliknya) melalui membran semipermiabel.
e. Proses ultrafiltrasi
Proses ultrafiltasi adalah proses ketika cairan dipindahkan saat dialisis. Pada proses ultrafiltasi terjadi pergerakan dari cairan akibat beberapa bentuk tekanan. Ada tiga tipe tekanan pada membran yaitu : tekanan positif, tekanan negatif dan tekanan osmotik.

5. Keuntungan Hemodialisa
Keuntungan hemodialisa meliputi : Dialisa membersihkan darah dengan efektif dalam waktu singkat, waktu dialisis cepat dan resiko kesalahan teknik kecil, tidak usah menyiapkan peralatan HD sendiri, Kondisi pasien lebih terpantau karena prosedur HD dilakukan di rumah sakit oleh tenaga kesehatan terlatih dan Jumlah protein yang hilang selama pada proses HD lebih sedikit.

6. Kerugian Hemodialisa
Kerugian hemodialisa berupa : Fungsi ginjal yang tersisa cepat menurun, Ketergantungan pasien dengan mesin hemodialisa, Kehilangan darah selama hemodialisa, Akses vaskuler dapat menyebabkan infeksi dan trombosis, sering terjadi hipotensi dan kram otot, pembatasan asupan cairan dan diet lebih ketat, kadar hemoglobin lebih rendah, sehingga kebutuhan akan eritropoietin lebih tinggi.

2 komentar:

  1. kenapa HD dapat menjadikan kadar hemoglobin lebih rendah, sehingga kebutuhan akan eritropoietin lebih tinggi?
    :)

    BalasHapus