Kamis, 04 Februari 2010

Evaluasi Hapusan Darah


PENDAHULUAN
Evaluasi darah atau disebut juga sebagai pemeriksaan gambaran darah tepi dapat dilakukan di counting areal setelah melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit, mula-mula dengan pembesaran 100 x kemudian dengan pembesaran 1000 x dengan minyak emersi selanjutnya dilihat masing-masing morfologi selnya. Pemeriksaan hapusan darah terdiri atas :
1. Pemeriksaan dengan pembesaran kecil (objektif 10x)
a. Penilaian kwalitet hapusan darah dan penyebaran sel-sel dalam hapusan.
- Lapisan darah harus cukup tipis sehingga eryhtrosit dan leukosit jelas terpisah satu dengan lainnya.
- Hapusan tidak boleh mengandung cat
- Eryhtrosit, leukosit dan thrombosit harus tercat dengan baik.
- Leukosit tidak boleh menggerombol pada akhir (ujung) hapusan.
b. Penafsiran jumlah leukosit dan eryhtrosit, penaksiran penghitungan differential leukosit dan pemeriksaan apakah sel-sel ada yang abnormal.
Dilakukan pada daerah area penghitungan dari bagian hapusan tempat eryhtrosit terletak berdampingan, tidak tertumpuk. Bila didapatkan 20-30 leukosit perlapang pandang kira-kira sesuai dengan junlah leukosit 5.000 dan 40-50 perlapang pandang sesuai dengan leukosit 10.000.
2. Pemeriksaan dengan menggunakan minyak imersi
a. Eryhtrosit : Penaksiran jumlahnya dan bagaimana morfologinya
Dillihat adanya eryhtrosit berinti dan dihitung jumlahnya pada 100 leukosit untuk mengkoreksi hitung leukosit cara Turk.
b. Leukosit : Penghitungan Differensial dan dicari kelainan morfologi
Dihitung dalam 100 sel leukosit dan dilihat adanya kelainan selnya.
c. Thrombosit : Dilihat penyebaran, morfologi dan ukuran selnya.
Hapusan yang baik thrombosit tidak menggerombol pada bagian akhir hapusan. Bila sukar ditemukan thronbosit berarti jumlahnya sedikit, bila terlihat banyak berarti terjadi peningkatan jumlah. Dilhat juga adanya giant cell yang berukuran 6-8 mikron.
d. Sel abnormal : Pemeriksaan morfologi
Kelainan-kelainan dan variasi dari leukosit, erythrosit dan thrombosit perlu dicatat.

A. Variasi Besar (Size) Erytrocyte :
1. NORMOSIT
Erythrosit dengan diameter normal, yaitu 7-8 mikron.
2. MAKROSIT
Erythrosit dengan diameter lebih dari 8 mikron. Bila makrosit diameternya lebih dari 12 mikrometer dan berbentuk oval disebut MEGALOSIT (12-15 mikron). Ini ditemukan pada anemia defisiensi Vitamin B12 atau defisiensi Asam Folat. Keadaan dimana makrosit banyak ditemukan dalam darah disebut MAKROSITOSIS.
3. MIKROSIT.
Diameter erythrosit kurang dari 7 mikrometer. Ini ditemukan misalnya pada Anemia defisiensi besi (Fe). Keadaan dimana banyak ditemukan mikrosit dalam darah disebut MIKROSITOSIS.
4. ANISOSITOSIS
Suatu keadaan ditemukan besar erytrocyte yang bervariasi sedangkan bentuknya sama, jadi ditemukan Normosit, makrosit dan mikrosit. Ini terjadi pada penyakit Anemia Hemolitik berat.

B. Warna (Color / Stain) Erythrocyte :
1. NORMOKROM.
Erythrosit dengan warna normal (ada pucat dibagian tengah dan lebih merah dibagian pinggirnya) dan dengan konsentrasi hemoglobin yang normal juga.
2. HIPOKROM
Warna erythrosit lebih pucat sehingga daerah yang pucat ditengah melebar. Bila terlalu pucat / terlalu lebar akan membentuk ANULOSIT atau RING ERYTHROCYTE, hal ini karena konsentrasi hemoglobin rendah. Ini ditemukan misalnya pada Anemia Defisiensi Fe, Thallasemia, Hemoglobinopathy C atau S.
3. HIPERKROM
Keadaan dimana warna erytrosit lebih merah dari normal. Misalnya ditemukan pada SFEROSITOSIS HEREDITER.
4. POLIKROMASI
Keadaan dimana ditemukan erytrosit yang bersifat ACIDOPHILIC dan ditemukan juga yang bersifat BASOPHILIC. Ini ditemukan pada RETIKULOSITOSIS, juga ditemukan pada ERYTHROPOEISIS yang aktif.
5. NORMOBLAST
Merupakan Erytrosit yang masih muda dengan masih memiliki inti. Keadaan ini ditemukan misal pada Hemopoeisis extra medullaris.


Penilaian dan pelaporan hasil :
1. Erythrosit
- Kesan jumlah sel (meningkat, menurun, normal)
- Adanya sel muda ( + / -)
- Variasi Ukuran (size), Warna (stain), Bentuk (Shape) : Anisositosis, Polikromasia dan Poikilositosis
- Indeks Anemia : Normokromik, Hipokromik dan Heperkromik dan Makrositer, Mikrositer dan Normositer. Misal : Normokromik Normositer.
- Bentuk (shape), ukuran (size) dan warna (colour) sel yang ditemukan.
- Retikulosit : (meningkat atau normal)
2. Leukosit
- Kesan jumlah sel (meningkat, menurun, normal, sangat meningkat)
- Adanya sel muda
- Persentase hitung jenis
- Morfologi leukosit
- Indeks peningkatan : netrofilia, limpositosis, monositosis, eosinofilia,dll
3. Thrombosit
- Kesan jumlah sel (meningkat, menurun, normal)
- Adanya giant cell (+/-)
- Penyebaran sel, clumping


Contoh Pelaporan Hasil :
Contoh 1 :

Eritrosit :
• Kesan jumlah menurun, Normokrom normositer
• Anisositosis sedang
• Poikilositosis ringan (pear shape cell, tear drop cell, helmed cell).
Leukosit :
• Kesan jumlah meningkat, ukuran dalam batas normal.
• Vakuolisasi +
• Granula toksik + / -
Trombosit :
• Kesan Jumlah dan ukuran dalam batas normal.
• Clumping / agregasi ( - ).

Kesan : Infeksi kronis

Contoh 2 :
Eritrosit :
• Normokrom normositer
• Anisositosis ringan
• Poikilositosis ringan (pear shape cell, tear drop cell)
Leukosit :
• Jumlah dan bentuk dalam batas normal.
• Vakuolisasi (-)
• Granula toksik (-)
Trombosit :
• Jumlah dan ukuran dalam batas normal.
• Clumping / agregasi ( - ).

Kesan : Gambaran darah tepi dalam batas normal


Contoh 3 :
Retikulosit : 0,63 % (n=0,5-1,5)
Gambaran Darah Tepi :
Eritrosit : Normokromik Normositik, Anisositosis
Leukosit : Kesan Jumlah sangat meningkat
Tampak dominasi sel-sel dengan ciri-ciri :
- Inti tunggal
- Anak inti 1-2 buah
- Kromatin Kasar
- Sitoplasma relatif sedikit
- Ukuran sel relatif homogen
Trombosit : Kesan jumlah Menurun

Kesimpulan : Gambaran sesuai ALL (L1)

8 komentar:

  1. ponakan saya diperiksa darah karena gusinya berdarah, hasilnya : hematologi : hemoglobin 13,4; leukosit : 6.000; hematokrit 43; trombosit 195.000; wkt pendarahan 2 menit30dtk wkt pembekuan 4mnt,
    kesimpulan : pemeriksaan morfologi darah perifer : erithrosit : normokrom normositer; leucocyt : hypersegmentasi, lymposit atyfik, granula toksik; thrombosit : kelompok thrombosit cukup
    Kesan : hypersegmentasi, lymposit atyfik, granula toksik
    .
    Bisa beri pendapatnya ttg hasil lab ini?
    Makasih sebelumnya.

    BalasHapus
  2. Saya sebenarnya tidak berwenang dalam memberikan kesimpulan akhir hasil laboratorium karena ini milik dan hak Dokter Spesialis Patologi Klinik (DSPK) dalam menyimpulkan hasil.

    Menurut pandangan saya :
    Trombosit menurun sehingga terjadi perdarahan. perlu pemeriksaan lanjutan dengan memeriksa faktor pembekuan darah (hemostasis) untuk mengetahui ada tidaknya defisiensi faktoe pembekuan darah.

    Hipersegementasi ditemukan pada anemia defisiensi vitamin B12 dan atau asam folat. Saya heran gambaran eritosit malah normokromik normositik seharusnya makrositik..

    Limfosit atipik adalah limfosit tidak khas, limfosit yang memiliki morfologi tidak seperti limfosit B atau Limfosit T, ini juga ditemukan pada infeksi virus tertentu.

    Granula toksik ditemukan pada infeksi, umumnya infeksi bakteri.

    BalasHapus
  3. saya ingin bertanya tentang diferensial leukosit..
    dikatakan bahwa persentase neutrofil adalah persentase terbesar yg ada pada leukosit, namun mengapa pada saat perhitungan diferensial leukosit dengan melihat dalam mikroskop yg menjumlahkan hingga 100 sel, jumlah neutrofil terbilang sedikit dan kebanyakan ditemukan limfosit??

    mohon penjelasannya,, trimakasih sbelumnya.

    BalasHapus
  4. Anonim....
    Kasus anda mungkin ditemukan pada darah seseorang yang kebetulan mengalami netropenia dan limfositosis, (tiap darah orang berbeda-beda jumlah jenis leukositnya)....akibatnya pada saat perhitungan Diff. Count sedikit ditemukan netrofil. Keadaan ini bisa aja ditemukan pada penderita demam typhoid, biasanya mengalami leukopenia dengan netropenia. Juga pada infeksi virus tertentu terjadi penurunan netrofil seperti pada infeksi virus DBD dan virus smallpox. Pada kasus demam typhoid (tifes), banyak netrofil yg gagal memfagositosis kuman Salmonella atau sdh memfagositosis bakteri tersebut, namun gagal menghancurkannya sehingga bakteri tetap berkembang dan netrofil mati, akibatnya banyak netrofil yang mati. Sehingga gambarannya terjadi penurunan netrofil (netropenia)

    Secara teori dan fisiologis rasio hitung jenis leukosit :
    Basofil 0-1%
    Eosinofil 1-3%
    Netrofil Batang 2-6%
    Netrofil segmen 50-70%
    Limposit 20-40%
    Monosit 2-8%

    BalasHapus
  5. hati-hati prof dg pertanyaan yang sifatnya cuma ngetest aja hehehe

    BalasHapus
  6. Ya begitulah sayapun juga memberikan jawaban sifatnya diplomatis saja, supaya akan terlihat bahwa ada beberapa komentar sekedar menguji saja....

    BalasHapus
  7. maaf, Berapa lapang pandang?

    BalasHapus
  8. trimakasih pak blognya sangat bermanfaat buat sy yg sedang melanjutkan studi di d3 analis kesehatan

    BalasHapus