Selasa, 26 Januari 2010

SOSIALISASI PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN AHLI


PRANATA LABKES AHLI
Berikut ini Saya Posting tentang peraturan baru yang tentang Pranata Labkes tahun 2006, khusus saya potong keputusan ini hanya untuk Pranata labkes Ahli, karena kita semua Mahasiswa TLK merupakan calon penghuni PLK Ahli karena jenjang ijazah untuk ini DIV analis kesehatan, S1 Labkes dan S2 Labkes. Oleh karena ini perlu kita baca dan renungi job description yang akan kita hadapi saat memasuki dunia kerja nanti. Menurut aku begitu berat tugas dan sepertinya hampir mendekati taraf kerja seorang Ahli Laboratorium Kesehatan golongan dokter seperti Dokter Spesialis Patologi Klinik, Dokter Spesialis Patologi Anatomi, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Dokter Spesialid Patologi Forensik.
Perlu di garisbawahi bahwa ada beberapa point penting yang memang tidak mungkin kita lakukan sebagai seorang PLK Ahli, karena keterbatasan ilmu yang dimiliki dan keterampilan minim dan tidak terasah. Yang tidak kalah penting adalah peralatan dan reagensia yang digunakan termasuk jenis canggih atau semiautomatik atau manual, memegang peranan penting. Mungkin inilah kendala yang akan ditemui. Anda jangan membayangkan pekerjaan dikerjakan oleh SMAK dan DIII Analis Kesehatan/Medis anda dapat juga melakukannnya, hal ini karena terdapat perbedaan status. Mereka SMAK/DIII Analis dalam PLK terampil, sedangkan anda S1 TLK dalam PLK Ahli.
Untuk itu, saran saya sebaiknya perbanyaklah seminar, pelatihan, magang, Workshop dan kegiatan ilmiah kelaboratoriuman sehingga nantinya akan bertambah keilmuan anda. untuk lebih baiknya lanjutkan kuliah anda ke jenjang yang lebih tinggi. Intinya jangan pesimis anda tidak mampu tapi cobalah untuk bersikap dan berfikir maju demi kemajuan kita semuannya dan eksistensi tenaga laboratorium kesehatan di Indonesia. Untuk mendownload peraturan ini cukup anda masukkan keyword Pranta laboratorium kesehatan tahun 2006 menpan, pasti akan ditemukan teman link dan download dari blogger indonesia. Selamat membaca.


PERATURAN
MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
NOMOR : PER/08/M.PAN/3/2006

TENTANG
JABATAN FUNGSIONAL PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN
DAN ANGKA KREDITNYA

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

1. Pranata Laboratorium Kesehatan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan laboratorium kesehatan, pada laboratorium kesehatan.
2. Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat terampil adalah Pranata Laboratorium Kesehatan Keterampilan yang pelaksanaan tugasnya meliputi kegiatan teknis operasional yang berkaitan dengan penerapan konsep atau metode operasional di bidang laboratorium kesehatan.
3. Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat ahli adalah Pranata Laboratorium Kesehatan Keahlian yang pelaksanaan tugasnya meliputi kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan, penerapan konsep dan teori, ilmu dan seni untuk pemecahan masalah dan pemberian pengajaran dengan cara yang sistematis di bidang laboratorium kesehatan.
4. Laboratorium kesehatan adalah unit kerja yang mempunyai fungsi dan tugas pelayanan laboratorium kesehatan secara menyeluruh meliputi salah satu atau lebih bidang pelayanan yang terdiri dari bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunoserologi, toksikologi, kimia lingkungan, patologi anatomi (histopatologi, sitopatologi, histokimia, imunopatologi, patologi molekuler), biologi dan fisika.
5. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Pranata Laboratarium Kesehatan dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.
6. Tim Penilai Angka Kredit adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Pranata Laboratorium Kesehatan.

BAB IV
JENJANG JABATAN DAN PANGKAT
Pasal 7

a. Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat ahli:
1. Pranata Laboratorium Kesehatan Pertama;
2. Pranata Laboratorium Kesehatan Muda;
3. Pranata Laboratorium Kesehatan Madya.

(2) Jenjang pangkat Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat ahli sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, sesuai dengan jenjang jabatannya, adalah:
a. Pranata Laboratorium Kesehatan Pertama:

1. Penata Muda, golongan ruang III/a;
2. Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b.

b. Pranata Laboratorium Kesehatan Muda:
1. Penata, golongan ruang III/c;
2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.

c. Pranata Laboratorium Kesehatan Madya:
1. Pembina, golongan ruang IV/a;
2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b;
3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.

(3) Jenjang pangkat untuk masing-masing jabatan Pranata Laboratorium Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) adalah jenjang pangkat dan jabatan sesuai jumlah angka kredit yang dimiliki sebagaimana dimaksud dalam Lampiran III dan Lampiran IV.
(4) Penetapan jenjang jabatan Pranata Laboratorium Kesehatan untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan jabatan sebagaimana dimaksud ayat (3) dan ayat (4).


BAB V
RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI

Pasal 8

(1) Rincian kegiatan Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat ahli, sesuai jenjang jabatan sebagai berikut:
a. Pranata Laboratorium Kesehatan Pertama:
1. menyusun rencana kegiatan;
2. mempersiapkan pasien secara khusus;
3. mempersiapkan otopsi;
4. menetapkan spesimen/sampel rujukan;
5. memeriksa persiapan peralatan untuk pemeriksaan spesimen/sampel secara khusus;
6. menilai hasil pembuatan sediaan;
7. melakukan pemeriksaan dengan GC/setara;
8. melakukan pemeriksaan dengan AAS/setara;
9. melakukan pemeriksaan dengan GCMS/setara;
10. melakukan pemeriksaan di lapangan secara khusus;
11. mensahkan laporan hasil pemeriksaan umum;
12. menggambar rancangan alat pengolahan air dan limbah;
13. memelihara biakan jaringan;
14. melakukan supervisi ke laboratorium lain di dalam kota tentang teknis kelaboratoriuman sedang;
15. melakukan supervisi ke laboratorium lain di luar kota tentang teknis kelaboratoriuman sedang;
16. mengajar teori kelaboratoriuman pada pelatihan tingkat lanjut;
17. mengajar praktikum pada pelatihan khusus.

b. Pranata Laboratoriuman Kesehatan Muda:
1. menyusun rencana kegiatan;
2. mengambil spesimen/sampel dengan tindakan khusus;
3. menilai hasil pembuatan sediaan sitologi/histopatologi;
4. melakukan pemeriksaan makroskopik spesimen patologi anatomi;
5. melakukan pemeriksaan sediaan khusus secara mikroskopik;
6. melakukan pemeriksaan dengan flowsitometer;
7. melakukan pemeriksaan dengan PCR/LCR/Hibridisasi;
8. memilih dan memotong spesimen untuk pemeriksaan histopatologi;
9. melakukan pemeriksaan mikroskopik potong beku;
10. melakukan otopsi klinik;
11. melakukan pemeriksaan secara biakan jaringan/setara;
12. melakukan pemeriksaan spesimen/sampel dengan hewan percobaan;
13. melakukan validasi hasil pemeriksaan sedang;
14. membuat kesimpulan hasil pemeriksaan laboratorium;
15. mensahkan laporan hasil pemeriksaan khusus;
16. membuat laporan hasil pengujian spesimen lingkungan;
17. memelihara fungsi peralatan laboratorium khusus;
18. menilai hasil pengamatan kualitas lingkungan;
19. merancang komponen pengolahan air dan limbah;
20. menguji mutu bahan penunjang secara khusus;
21. menguji alat secara khusus;
22. menguji bahan uji untuk pemantapan mutu internal laboratorium secara sederhana;
23. mengevaluasi hasil pengujian bahan uji untuk pemantapan mutu internal;
24. melakukan evaluasi pemantapan mutu internal laboratorium;
25. menguji bahan uji pemantapan mutu eksternal laboratorium secara sederhana;
26. mengolah hasil pemeriksaan pemantapan mutu eksternal laboratorium;
27. melakukan evaluasi pemantapan mutu eksternal laboratorium;
28. melakukan supervisi ke laboratorium lain di dalam kota tentang teknis kelaboratoriuman canggih;
29. melakukan supervisi di laboratorium lain di luar kota tentang teknis kelaboratoriuman canggih;
30. mangajar teori kelaboratoriuman pada pelatihan khusus.

c. Pranata Laboratorium Kesehatan Madya:
1. menyusun rencana kegiatan;
2. melakukan validasi hasil pemeriksaan canggih;
3. memberikan konsultasi/ekspertis;
4. memberikan kesaksian sebagai saksi ahli;
5. membahas kasus-kasus khusus patologi anatomi;
6. menguji bahan uji pemantapan mutu internal laboratorium secara khusus;
7. menguji bahan uji pemantapan mutu eksternal laboratorium secara khusus;
8. melakukan evaluasi hasil pengujian bahan uji untuk pemantapan mutu eksternal;
9. memberikan umpan balik hasil pemantapan mutu eksternal laboratorium.

(2) Pranata Laboratorium Kesehatan Pelaksana sampai dengan Pranata Laboratorium Kesehatan Penyelia yang diberi tugas memimpin satuan unit kerja pelayanan laboratorium kesehatan, melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang tugas Pranata Laboratorium Kesehatan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran I.

(3) Pranata Laboratorium Kesehatan Pertama sampai dengan Pranata Laboratorium Kesehatan Madya yang diberi tugas memimpin satuan unit kerja pelayanan laboratorium kesehatan, melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang tugas Pranata Laboratorium Kesehatan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran II.

(2) Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat terampil dapat dipindahkan menjadi Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat ahli apabila telah memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV bidang kesehatan dan atau sarjana lain sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan oleh Departemen Kesehatan dan telah memperoleh sertifikat keahlian yang disetarakan dengan Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat ahli.

28 Maret 2006
MENPAN
Taufik Effendi

Tanggapan saya :
Bagi saya yang tidak mungkin dilakukan oleh kita tenaga TLK dan D4 Analis Kesehatan :
1. Mempersiapkan Otopsi
2. Untuk lab. RS tidak mungkin ada GC, AAS, GCMS (Cuma BLK dan BTKL)
3. Mengambar rancangan pengolahan limbah (tugas Kesling)
4. Memelihara biakan jaringan (khusus lab.mikrobiologi dan hewan percobaan pada RSUP tipe A, RSUD Propinsi jarang tipe A tapi sering tipe B, RSUD kabupaten tipe C umumnya.)
5. Pemeriksaan sitologi/histopatologi, PA, potong beku, khusus untuk lab. Patologi Anatomi, rata-rata lab. RSUD belum ada lab.PA, tetapi Lab. Patologi Klinik (PK) dan anda tidak mungkin bekerja kedua lab. Ini sekaligus karena beda struktur (di lab PA makan formalin dan xylol tiap bisa jadi mumi).
6. Pemeriksaan PCR. (Cuma beberapa RSUP yang punya alat PCR, RSUD tidak mungkin).
7. Untuk lain-lain mungkin masih dapat dilakukan.

3 komentar:

  1. Saya jg Lulusan D4 Analis Kesehatan... Apakah aturannya memang dibuat seperti itu supaya pemerintah membatasi karier analis? Saya menyesal menjadi seorang analis... !!! Gajinya kecil, tak punya karier, tidak dianggap pemerintah... pokoknya paramedis menjadi ORANG SIAL dimuka bumi ini...

    BalasHapus
  2. Anonim....
    Tenaga Analis Kesehatan di Indonesia tidak diperhatikan tingkat pendidikannya oleh pemerintah...negara tetangga dan negara maju lainnya sudah membentuk S1 dan Pendidikan profesi Analis kesehatan seperti Malaysia, filipina, thailand, USA, Australia dan negara lainnya....Saat ini tidak ada satupun universitas negeri di Indonesia yang membentuk S1 dan Pendidikan profesi, Unhas membentuk baru S1 blm ada profesi....padahal seandainya ada, mungkin akan sejajar dan diakui layaknya Dokter dan Apoteker.
    Perlu diketahui saat ini saja yang benar-benar diakui dan dapat tunjangan cuma dokter (dr), dokter gigi (drg) dan Apoteker aja, tenaga lainnya blm ada termasuk perawat, analis jauh deh......

    BalasHapus
  3. waduh ripani_musyafa, tak usahlah anda mengatakan hal seperti itu tentang pegawai di PA (mumi???), saya sebagai seorang analis yang bekerja di PA merasa amat sangat tersinggung, hanya karena kita bekerja di bidang yang berbeda tidak berarti anda lebih hebat dari saya, kita mempunyai keahlian kita masing-masing, so please, respect other people job, will you!!! Apalagi profesi kita sama, hanya tempat kerja kita saja yang berbeda.
    Lagipula saya pikir tujuan dibuatnya jabfung ini tidak berarti anda harus mengerjakan semua pekerjaan yang ada di dalamnya kan, itu hanya panduan bagi anda dan saya dan analis lainnya yang bekerja dengan jenis pekerjaan yang berbeda yang dibuat dalam panduan yang sama.
    So please be wiser with your words.
    Sebelumnya saya sangat menghargai blog anda ini, tapi ketika saya membaca kata-kata anda di atas, sangat sayang sekali anda berkata-kata seperti itu.

    BalasHapus