Minggu, 03 Januari 2010

Mikroorganisme pada Manusia


MIKROORGANISME PADA TUBUH MANUSIA

- Flora dalam tubuh manusia dapat menetap atau transient
- Mikroba normal yang menetap tersebut tidak menyebabkan penyeakit dan mungkin menguntungkan bila berada di lokasi yang semestinya dan tanpa adanya keadaan abnormal sehingga mereka dapat menyebabkan penyakit bila keadaan tertentu berada ditempat yang tak semestinya atau bila ada faktor predisposisi.
- Contoh :
i. Flora normal di saluran pencernaan ; sintesis vitamin K dan membantu absorbsi zat makanan tertentu.
ii. Pada mukosa dan kulit, flora normal dapat mencegah kolonisasi bakteri patogen melalui Bakterial Interference.
iii. Streptococcus viridans ; di saluran nafas atas, bila masuk aliran darah setelah ekstraksi gigi / Tonsilektomi dapat sampai katup jantung yang abnormal ; Sub acute Bacterial Endocarditis.
iv. Bakteriodes berada dikolon dapat menyebabkan trauma berupa Peritonitis.

a. Flora normal mulut dan traktus Respiratorius
- Bagian yang mengandung kuman : mulut, nasofaring, orofaring, tonsil.
- Bagian laring, trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus dan sinus hidung steril.
- Mulut kaya mikroorganisme :
i. Staphylococcus epidermidis
ii. Staphylococcus aureus
iii. Beberapa Mikrokokus berpigmen
iv. Staphylococcus anaerob pada permukaan gigi dan saliva.
v. Streptococcus viridans (grup mitis dan salivarius)
vi. Enterococcus, Neisseria berpigmen.
vii. Veillonella sp , Corynebacterium anaerob
viii. Actinomyces ; E. coli ; Klebsiella- Enterobacter group ; Haemophylus ; Bakteriodes, Fusobacterium , Vibrio sputorum , dan beberapa Spirochaeta.
ix. Streptococcus pyogenes ; 5-10 % pada mulut normal.
x. Streptococcus pneumoniae ; 25 % pada permukaan gigi orang dewasa normal.
- Faring ;
i. Streptococcus non hemolitik dan alfa hemolitik dan Neisseria.
ii. Staphylococcus apidermidis
iii. Difteriod, Haemophylus, Pneumococcus, Mycoplasma dan Bakteriodes.

b. Flora norma traktus Digestivus
- Saluran pencernaan yang mengandung mikroorganisme adalah usus besar.
- Esofagus dan lambung kecuali saat penelanan makanan, umumnya steril atau mengandung < 103 kuman / ml. Ini terjadi karena gerakan makanan yang cepat ke usus kecil serta adanya asam lambung.
- Kadang-kadang di duodenum dan jejenum ada Streptococcus , Lactobacillus dan Yeast (terutama Candida albicans) dalam jumlah kecil.
- Kurang lebih 20 % massa feses berisi Bakteria ( 104 mikroorganisme / gr berat basah.
- Mikroorganisme di kolon : Bakteriodes, Bifidobacteria, Eubacteria< Lactobacillus, Coliform, Streptococcus , Clostridium dan beberapa jenis yang lain.
- Eradikasi flora normal dengan antibiotik dapat menyebabkan Overgrowth Clostridium difficile yamg mengeluarkan Enterotoksin dan menyebabkan Kolitis.
- Pada neonatus flora usus terbentuk dalam 24 jam setelah lahir.
- Pada bayi yang disusui Lactobacillus bifidus lebih dominan. Bakteri lain yang ditemukan Enterococcus, Coliform dan Staphylococcus.
- Feses bayi yang minum susu buatan mengandung Lactobacillus acidophylus, Coliform, Enterococcus dan Bacillus anaerob termasuk Clostridium sp.
- Lactobacillus bifidus banyak dijumpai pada pemberian susu formula dengan penambahan laktosa 12 %.
- Flora saluran pencernaan berperan dalam sintesis vitamin K, konversi pigmen empedu dan asam empedu, absorbsi zat makanan serta antagonis mikroba patogen.
c. Flora normal Traktus Genito-Urinarius.
- Mikroorganisme dapat ditemukan di genitalia eksterna, uretra anterior dan vagina, bagian lain umumnya tidak terdapat mikroorganisme yang menetap.
- Di orifisium uretra wanita dan pria yang tidak disirkumsisi sering dijumpai Mycobacterium smegmatis ; Difteroid, Streptococcus non hemolitik dan Streptococcus epidermidis
- Khusus wanita bakteri Doderlain (suatu Lactobacillus anaerob)
- Flora normal pada vulva wanita amat dipengaruhi kondisi normalnya. Vulva neonatus steril sampai 24 jam kehidupan kemudian berkembang organisme non patogen seperti Difteroid, Mikrokokus, dan Streptococcus non hemolitik.
- Setelah 2-3 hari, estrogen ibu menginduksi deposit glikogen di epitel vagina kemudian meningkat pertumbuhan Lactobacillus, setelah estrogen menurun Lactobacillus menghilang dan pH menjadi basa.
- Pada pubertas Lactobacillus muncul kembali dan ada flora yang menetap selama masa dewasa : Difteroid, Lactobacillus, Micrococcus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus faecalis, Streptococcus mikroaerofilik dan anaerob, urea plasma dan yeast.
- Mikroorganisme lain yang dijumpai Streptococcus agalactica.
- Flora pada masa post menopause menyerupai masa prepubertas.

d. Flora normal kulit, hidung, telinga
- Tersering di kulit adalah Staphylococcus epidermidis, Micrococcus, Streptococcus alfa hemolitikus, Streptococcus non hemolitikus.
- Staphylococcus aureus menetap di hidung dan mungkin di perineum.
- Kolonisasi yang transient oleh S.aureus dan bakteri lain dapat terjadi di semua bagian kulit karena kontak dengan dunia luar. Dapat dijumpai pula beberapa jenis jamur dan kadang-kadang Propionibacterium acnes dan Mycobacterium yang safrofit.
- Cuci tangan dapat mengurangi jumlah kuman sampai 90 % dan jumlah semula akan kembali dalam 8 jam.
- Flora liang telinga luar biasanya merupakan gambaran flora kulit seperti S. pneumoniae, batang gram negatif termasuk Pseudomonas aeruginosa, S.aureus, kadang-kadang Mycobacterium safrofit.
- Telinga tengah dan dalam steril.

e. Bakteri di darah dan jaringan
Dalam keadaan normal darah dan jaringan steril. Kadang-kadang karena manipulasi sederhana sperti mengunyah, menyikat gigi, ekstraksi gigi, flora komensal dari mulut masuk jaringan/ darah. Pada keadaan normal mikroorganisme dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh.

f. Flora Normal dari mata
- Difteroid (C. xerosis) Basil gram negatif yang menyerupai Haemophylus, Staphylococcus dan Streptococcus non hemolitik.
- Flora konjuctiva dalam keadaan normal dikendalikan oleh aliran air mata yang mengandung lisozim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar