Senin, 28 Desember 2009

Studi kelayakan Pendirian Laboratorium Klinik


STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN SEBUAH LABORATORIUM

Berikut akan saya kupas sedikit tentang tata cara pendirian suatu laboratorium klinik, agar menggugah teman-teman analis untuk berjiwa entrepreneur sehingga nantinya dapat menjadi mandiri dalam mendirikan bisnis laboratorium klinik.Pada posting saya yang lau mengenai dasar-dasar kewirausahaan dan cara menghitung permodalan dan lainnya. Pda posting ini saya membahas tentang studi kelayakan. Studi kelayakan dimaksudkan untuk melihat apabila kita mendirikan laboratorium klinik disuatu tempat, apakah layak, apakah banyak pasien, apakah ada saingan, apakah peluang mendapatkan untung banyak, apakah jalannya ditempat yang mudah dijangkau oleh angkutan, apakah ekonomi setempat mampu membeli produk jasa laboratorium, apakah cepat kembali modal, apakah cukup untuk survive selama belum balik modal, semua itu muncul secara spontan bahwa akan ada suatu pertanyaan yang menggantung dalam benak, sehingga menuntun kita untuk melakukan studi kelayakan suatu laboratorium yang akan didirikan.
Berikut Urutan studi Kelayakan :
A. Pendahuluan
1. Gambaran Umum
Berisikan rencana pendirikan laboratorium klinik, kondisi wilayah, pelayanan kesehatan yang diberikan, akses RS dan puskesmas, kepadatan penduduk, mata pencaharian penduduk, luas kota dan tata letak laboratorium yang harus strategis persis ditengah kota. Perlu di catat : Nama laboratorium, jenis laboratorium, tingkat strata laboratorium, alamat, telpon/fax, Buka perkiraan launching (tgl, bln, thn), Status kepemilikan, Kepemilikan gedung, Ukuran/dimensi gedung, Perizinan dari dinkes, Jam kerja/buka praktek, pelayanan tambahan (antar jemput, cito).
2. Latar Belakang Wira usaha
Berisikan bagaimana kronologis rencana pendirian laboratorium ini, apakah modal bersama, modal satu orang, modal satu alumnus, modal organisasi atau lainnya. Mekanisme kerjasama dengan vendor dalam hal alat dan reagensia, apakah KerjaSama operasional (KSO) atau modal pribadi murni tanpa mengikat laboratorium dengan vendor.
3. Penyusunan Studi Kelayakan Usaha
Inilah kunci yang memegang keberhasilan usaha laboratorium yang akan didirikan. Parameter kita mendirikan sebuah laboratorium adalah ditengah kota, ada dokter praktek yang cukup banyak, Tarif praktek dokter tinggi atau rendah, Jumlah disekeliling pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Balai Pengobatan) lengkap dengan tipe nya dan ada tidaknya laboratorium klinik lain disana (ini merupakan pesaing yang patut diperhitungkan). Selain itu perlu dilihat juga perilaku konsumen. 1. Aspek kultural : kultur, subkultur dan kelas sosial. 2. Pribadi individu : Usia dan siklus hidup, Pekerjaan, gaya hidup, situasi ekonomi dan konsep hidup. 3. Psikologis : Motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. 4.Sosial : status dan keluarga.

B. Pemasaran
1. Daerah Pemasaran (Place) : asumsi dengan semakin banyaknya penduduk, perkantoran, perusahaan dan pasar maka makin banyak orang butuh pelayanan kesehatan seperti laboratorium untuk check up.
2. Sasaran Pasar (Target) : Sasaran pasar meliputi semua masyarakat disekitar laboratorium, pegawai kantor, pasien RS/Puskesmas, dokter praktek, balai pengobatan dan pasien sendiri (Atas permintaan sendiri/APS)
3. Produk (Product) : Jenis produk yang kita jual berupa jasa pelayanan laboratorium, hal ini memang tidak terlihat secara langsung produk yang kita jual kepada pasien, tetapi hanya selembar kertas berisi hasil laboratorium.
4. Harga Jual (Price): Harga jual telah mengacu pada modal awal membeli suatu reagensia, alat, jasa pelayanan, BAKHP (syringe, tips, masker, sarung tangan karet, tissue, alkohol, kapas, dll), listrik dan fee pengirim. Semua dihitung dan satu paket tarif per parameter pemeriksaan laboratorium. Perlu ditekankan bahwa harga terjangkau dan pelayanan memuaskan akan menarik pelanggan untuk menggunakan jasa kita. Tarif yang dibuat harus memiliki elastisitas yang baik (turun/naik). Elastisitas tarif dapat dimainkan sesuai kondisi yang terjadi dilapangan.
5. Volume Penjualan (Seller) : Perlu dilakukan target volume penjualan per bidang yang dapat dilayani (hematologi, kimia klinik, urinalisa, bakteriologi/parasitologi dan imunologi). Umumnya hematologi lebih besar jumlah pasiennya dan paling sedikit adalah serologi. Perlu dikategorikan parameter yang diperiksa dalam 4 kategori : Cash Cow adalahTest-test rutin, biaya murah, banyak diminati klinisi (hematologi), Star adalah Banyak diminta namun mahal (kimia klinik), Dog adalah Tes biaya mahal dan sedikit permintaan (Serologi) dan Tidak jelas status adalah tes yang jarang diminta, murah dan klasik (ZnTT, TTT).
6. Promosi (Promotion)
Memperkenal profil laboratorium melalui promosi ke tempat praktek, RS, Puskesmas, kantor, masyarakat melalui brosur, spanduk dan selebaran. Promosi bentuk lain melalui berbicara dengan dengan pasien, memperkenalkan parameter dengan tujuannya dan promosi discount tarif.
7. Analisa Pesaing
Perlu dilakukan analisa pesaing dalam pelayanan laboratorium. RS : sejauh mana pelayanan yang diberikan, mutu yang diberikan, parameter yang diperiksa. Puskesmas : parameter apa saja yang bisa diperiksa. Laboratorium Swasta : pesaing yang handal, perlu di analisa apa saja dapat menjadi saingan, tarif, mutu, fee dokter, alat/reagensia dan letak gedung. Oleh sebab itu lakukan analisis SWOT.

C. Aspek Sumber Daya Manusia dan Yuridis
1. Aspek Yuridis :
Pedoman mendirikan laboratorium : UU Kesehatan, Peraturan Presiden, Kepmenkes, Peraturan Daerah tentang pelayanan kesehatan. Perlu adanya keputusan notaris atas akta laboratorium, SK berdirinya laboratorium, Status legalitas Ijazah Petugas, Persetujuan laboratorium, NPWP, IMB, Rekening telpon dan listrik.
2. Struktur Organisasi
Perlu disusun struktur organisasi laboratorium klinik. Penanggung jawab, kepala laboratorium, penanggung jawab teknis, pelaksana analis kesehatan dan administrasi.
3. Uraian Tugas
Berdasarkan struktur organisasi, dibuat uraian tugas masing-masing dan diperbolehkan merangkap uraian tugas.

D. Aspek Keuangan
1. Ekonomi dan Keuangan
Menyangkut biaya awal untuk investasi pendirian sebuah laboratorium klinik. Dengan modal yang besar dan kuat maka tertopang seluruh keuangan laboratorium, bila modal kecil mungkin akan terdapat suatu titik kritis keuangan menipis sebelum terjadi BEP. Dibuat inventarisasi barang dan reagensia, beserta tarif pemeriksaan.
2. Modal (Investation)
Modal awal yang dibutuhkan untuk investasi alat, reagensia, gedung dan tenaga.
3. Biaya tetap Bulanan (Fixed Cost)
Biaya yang dikeluarkan untuk menggulirkan usaha secara rutin tiap bulan dengan atau tanpa adanya penjualan. Biaya ini pasti keluar tiap bulan (gaji, listrik, PDAM, cicilan, bunga)
4. Biaya Variabel
Biaya yang dikeluarkan terkait biaya produksi suatu jasa laboratorium. Didalamnya termasuk : Reagensia, alat, bahan pendukung, jasa pelayanan)
5. Titik Impas (BEP = Break Even Point)
Kondisi dimana jumlah pendapatan sama dengan pengeluaran yang terjadi pada saat sudah berjalan pelayanan laboratorium klinik. Ada bulan tertentu dimana biaya tetap+variabel setara dengan pendapatan. Kondisi saat ini belum dapat untung, namun kegiatan produksi sudah bisa membiayai kegiatan. Setelah bulan selanjutnya maka diperolehlah laba bersih.
6. Balik Modal (Pay Back Period)
Ini kondisi yang diharapkan setelah lama berjalan sebuah laboratorium klinik. Kondisi dimana semua modal investasi awal sudah dapat ditutupi dengan hasil laba produksi. Untuk bulan selanjutnya didapatkan laba bersih terlepas dari modal awal.
E. Kesimpulan
Perlu dilakukan langkah-langkah untuk mendapatkan kesuksesan dalam berwirausaha bidang laboratorium. Apabila telah dilakukan langkah-langkah diatas, maka laboratorium sudah mampu berjalan dengan baik dan akan mendapatkan laba bersih yang banyak serta tetap survive walaupun banyak kompetitor.
F. Penutup
Demikian uraian saya tentang studi kelayakan pendirian sebuah laboratorium klinik. Uraian ini merupakan ringkasan bahan kuliah saya mengenai Kewirausahaan (Entrepreneur) TLK Unhas. Perlu saya garis bawahi bahwa “saat ini banyak orang mau hidup enak, tanpa modal mau usaha, pendapatan ingin banyak tiap bulan, tanpa usaha, suatu kemustahilan, untuk semua itu perlu usaha, kepercayaan, doa, integritas dan modal”. Modal dapat berupa otak, kepintaran, uang, benda dan SDM melimpah. Janganlah hidup ini diperbudak oleh nafsu dan uang, setiap hari memikirkan bagaimana cari uang, bagaimana banyak uang. Intinya kita kembalikan apakah uang dan harta yang kita dapat dengan cara halal atau haram atau syubhat. Dengan uraian ini menggugah hati teman analis dalam berwirausaha laboratorium. Terima kasih kepada Dosen kewirausahaan saya : Dra. Endang Hoyaranda, Apt dan Drs. Ilham Makhmud, Dipl.Sc, Apt. Moga bemanfaat bagi rekan-rekan analis sekalian. (Ahmad_Ripani@Analis Banjarmasin)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar